Sebagai bagian dari tahapan penyusunan RKPD Tahun 2027, Musrenbang Kabupaten Lamongan yang bertempat di Ruang Pertemuan Gajah Mada Lt.7 , Gedung Pemkab Lamongan
merupakan puncak dari rangkaian proses panjang yang telah dilalui, mulai dari forum konsultasi publik, musrenbang kecamatan, hingga forum lintas perangkat daerah. Kepala Bapperida Kabupaten Lamongan, Dr. Sujarwo, S.T., M.M., dalam laporannya menegaskan bahwa seluruh tahapan tersebut merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, berbasis data, serta selaras dan terintegrasi dengan program prioritas.
Melalui aplikasi SIPD-RI, partisipasi masyarakat juga terus diperkuat. Ribuan usulan telah dihimpun dan diverifikasi, baik dari masyarakat maupun pokok-pokok pikiran DPRD. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan di Kabupaten Lamongan tidak hanya bersifat top-down, namun juga mengedepankan pendekatan bottom-up yang inklusif dan transparan.Dalam arahannya, Bupati Lamongan menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang strategis untuk memastikan setiap program yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Yang menjadi ukuran bukan banyaknya rencana, tetapi seberapa besar dampak yang bisa diwujudkan secara konkret.Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus mendorong penguatan fiskal daerah melalui optimalisasi pendapatan serta inovasi pembiayaan alternatif. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan RKPD Tahun 2027 mampu menjadi instrumen perencanaan yang terukur, berdampak, serta mengantarkan “Kejayaan Lamongan yang Berkelanjutan.”@sujarwost