📍 Kunjungan Lapangan BRIN ke Kabupaten Lamongan: Survey Data Food Loss & Food Waste
Lamongan, sebagai penghasil padi terbesar pertama di Jawa Timur, memiliki peran strategis dalam rantai pasok pangan nasional. Namun, potensi kehilangan pangan (food loss) di tingkat petani, pascapanen, dan distribusi masih menjadi tantangan besar. Survei lapangan hari ini difokuskan pada pengukuran timbulan FLW di sentra pertanian dan pasar tradisional, dengan meneliti alur distribusi serta penanganan hasil pangan dari hulu hingga hilir.
Tim riset BRIN bersama mitra daerah hari ini melaksanakan kunjungan lapangan di Kabupaten Lamongan dalam rangka pengumpulan data untuk Kajian Pengelolaan Food Loss dan Food Waste (FLW) Terintegrasi. Diterima langsung oleh Kepala BAPPERIDA Kabupaten Lamongan Bapak Sujarwo, ST., MM. yang menyambut baik inisiatif riset ini sebagai langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan daerah berbasis bukti.
Mengapa kegiatan ini penting bagi masyarakat? Setiap butir pangan yang terbuang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga membuang air, energi, dan tenaga yang telah diinvestasikan untuk memproduksinya. Dengan data yang akurat, kebijakan pengelolaan FLW dapat dirancang secara tepat sasaran—mulai dari perbaikan rantai dingin, optimalisasi distribusi, hingga pemanfaatan sisa pangan untuk kompos atau pakan ternak. Ini adalah upaya nyata menekan angka kerentanan pangan dan mengurangi beban lingkungan.
Hasil kajian ini nantinya akan dirumuskan menjadi naskah kebijakan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kabupaten/kota mitra. Diharapkan, langkah kolaboratif antara BRIN, BRIDA, BAPPERIDA, dan OPD Terkait di Lamongan serta daerah lain seperti Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya dapat menjadi model pengelolaan FLW berbasis ekonomi sirkular. Mari dukung riset demi masa depan pangan yang lebih berkelanjutan!
@sujarwost
@brin_indonesia




