Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen ini ditunjukkan melalui paparan program Megpreneur dalam ajang Jatim Jagad Inovasi Awards Tahun 2026 oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang dilaksanakan secara daring di ruang kerja gedung Pemkab Lamongan pada Rabu (23/9).
Dalam paparannya, Bupati Yes menyampaikan Megpreneur merupakan program inkubasi bisnis dengan mengoptimalkan potensi daerah, umkm, ekonomi kreatif, melalui pendampingan bisnis yang berbasis digital, untuk mencetak dan memperkuat ekosistem wirausahawan muda daerah yang berdaya saing.
Program yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Lamongan ini tidak hanya memberikan pendampingan kepada para wirausaha muda di daerah, tetapi juga dirancang dan dilaksanakan secara terintegrasi, mulai dari proses pendaftaran, monitoring, seleksi, inkubasi, pitching, pemberian modal, sertifikasi produk, hingga kolaborasi proyek. Program ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi mendorong peserta untuk mengembangkan usahanya agar terus tumbuh, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Hasil Megpreneur turut dipaparkan Bupati Yes. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pendaftar terus meningkat, menunjukkan tingginya antusiasme wirausaha muda terhadap program ini. Pada 2026 tercatat 319 pendaftar, sementara 1.537 peserta telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan intensif. Sebanyak 590 proposal bisnis telah terinkubasi, 80 peserta menerima modal usaha, dan 50 peserta memperoleh sertifikasi kompetensi BNSP.
Lebih lanjut, Bupati Yes menjelaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan dan dipantau melalui strategi keberlanjutan roadmap 12 bulan pasca inkubasi. Sebanyak 319 peserta akan dipantau secara berkala selama 3 bulan melalui dashboard alumni dan tracking dana permodalan, peserta dihubungkan pada pasar, diakselerasi kemudian menjadi penggerak atau mentor bagi wirausahawan lainnya.






